Sherlock Holmes: A Study in Scarlet

Published January 29, 2015 by tikikabum

203941734_large

Sherlock Holmes: A Study in Scarlet

Penulis: Sir Arthur Conan Doyle

Penerbit: Shira Media

ISBN: 978-602-17857-7-5

Tebal: 208 halaman

Harga: 35.000

Saya emang pengen banget baca buku Sherlock Holmes dari jaman kapan tau. Pertama tau tentang buku init uh dari Detective Conan. Nggak jarang Conan menyebut-nyebut tentang Sherlock Holmes dan juga buku-bukunya Agatha Christie. Tapi saya selalu nggak jadi beli karena bingung urutan ceritanya. Dan kebetulan pas kemaren-kemaren nggak sengaja nemu daftar urutan buku Holmes, saya langsung niat banget mau beli.

Pertama saya agak nggak yakin sama buku ini karena saya nggak pernah denger nama penerbitnya. Cuma karena harganya paling murah di antara buku yang lain, jadinya saya beli deh. Ya maklumlah, anak kos-an jadi harga masuk prioritas utama. Alhamdulillah yah, ternyata terjemahannya bagus, hanya ada beberapa typo penulisan.

Buku pengenalan Sherlock Holmes yang pertama adalah A Study in Scarlet. Di sini diceritakan gimana awalnya Sherlock bisa berteman dengan Watson. Juga tentang pekerjaan Sherlock yang ternyata adalah detektif konsultan. Awalnya saya kira Holmes ini adalah detektif terkenal di masanya, ya semacam Sinichi Kudo gitu. Tapi ternyata, yang tahu kehebatan dia itu kebanyakan adalah detektif terkenal yang minta bantuan untuk memecahkan kasus mereka.

Nah saya juga baru tahu kalo ternyata buku Sherlock Holmes ini ditulis berdasarkan point of view nya Watson. Dan yang bikin saya kaget lagi, menurut saya kepribadian Sherlock ini nggak seburuk yang saya baca di tulisan orang-orang yang menggambarkan kalo Sherlock ini pendiam dan anti sosial banget. Memang sih, di buku ini dibilang kalo dia nggak punya teman dekat. Tapi menurut saya jauh dari sifat pendiam dan anti sosial. Apalagi kalimat-kalimat sombongnyaitu kadang bikin saya ngakak. Emang nyebelin sih gayanya, tapi kalo dibandingkan sama kecerdikannya ya bolehlah dia ngomong begitu hahaha.

A Study in Scarlet berisi satu kasus. Yaitu pembunuhan terhadap dua orang yang dilakukan oleh seorang kusir kereta kuda yang menyimpan dendam sejak bertahun-tahun yang lalu. Awal baca sih saya bosen karena terlalu banyak pengenalan yang menurut saya nggak penting –karena saya nggak paham sih-. Tapi pas mulai masuk ke cerita, saya mulai menikmati.

Banyak yang membandingkan Sherlock dengan Poirot bilang, Poirot lebih seru. Saya belom baca Poirot sih, tapi kalo emang itu bener, berarti Poirot seru banget dong ya…

Rating dari saya:

3_5

 

Advertisements

One comment on “Sherlock Holmes: A Study in Scarlet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: