Keluarga Cemara #2

Published April 10, 2015 by tikikabum

re_buku_picture_87364

Keluarga Cemara #2

Penulis: Arswendo Atmowiloto

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-9264-0

Tebal: 342 halaman

Kisah sebuah keluarga yang memilih hidup dengan hanya bermodalkan kejujuran. Keluarga yang amat sangat sederhana, terdiri atas Abah, kepala keluarga yang bekerja sebagai penarik becak dan buruh apa saja… Ema, sang ibu yang membuat opak untuk dijajakan putrinya… Euis, si sulung yang kelas enam SD, pernah mengalami masa jaya orangtuanya sebagai pengusaha… Ara atau Cemara yang baru masuk TK… serta Agil si bungsu

Kalau air mata bisa menjadi symbol kebahagiaan, inilah kisah itu.

Selain banyak pelajaran yang bisa diambil, buku ini juga ringan banget. Saya selesai dua buku ini hanya dalam sehari dan dalam sekali duduk. Berapa jam-nya sih saya nggak ngitung, hehehe. Kebetulan saya ikutan beberapa GA Hop Children and Young Adult Literatures sehari setelah baca buku ini, dan saya selalu nyebut buku ini kalo ditanya tentang buku C&YA Lit paling berkesan yang pernah saya baca. Saya juga rekomendasiin buku ini buat GA-nya Mbak Astrid. Ah, ketauan deh kalo tulisan ini #latepost hahaha. Maap maap

Buku Keluarga Cemara kedua ini adalah gabungan dari buku ‘Tempat Minum Plastik dari Toko’, “Becak Ema’, dan ‘Bunga Pengantin’. Dan sama seperti buku sebelumnya yang say abaca, buku ini sangat melibatkan emosi. Jadi nangis dan ketawa bareng karakter di dalamnya. Terdiri dari 44 cerita, 10 dalam Tempat Minum Plastik dari Toko, 16 dalam Becak Ema, dan 18 dalam Bunga Pengantin.

Ada yang aneh dari buku ini. Di 10 cerita dalam Tempat Minum Plastik dari Toko, font dan gambar yang dipakai sama dengan di buku sebelumnya. Sedang dalam Becak Ema dan Bunga Pengantin, font-nya berubah dan ilustrasinya pun jadi seperti di sinetronnya. Tapi maklum aja sih karena kan memang sebenarnya ini gabungan dari 3 buku, cuma kan bisa font nya disamain kek gitu. Kalo masalah ilustrasi sih nggak masalah. Lagipula seingat saya yang paling banyak muncul di sinetronnya memang cerita dari Becak Ema dan Bunga Pengantin.

Cerita yang paling saya suka di sini adalah Lukisan Agil dan Lomba Akting. Lukisan Agil bercerita tentang Agil yang gagal menang lomba lukis karena ‘pejabat desa’ yang tidak ingin susah-susah pergi menemui Pak Wirahad untuk meminta tanda tangan beliau hanya karena takut dianggap tidak becus karena keteledorannya. Sedang Lomba Akting bercerita tentang Euis yang tidak ‘dimenangkan’ dalam lomba akting hanya karena penyelenggara malu jika pemenangnya tidak berasal dari murid sanggar yang bekerja sama dengan penyelenggara lomba. Keseluruhan dari cerita dalam Bunga Pengantin memeng sebagian besar berisi tentang Keluarga Cemara yang diperlakukan tidak adil.

Dalam buku kedua ini Euis sudah SMP dan sudah ada cowok yang PDKT *cieeee*, Ara sudah SD dan masih satu sekolah dengan Pipin, dan Agil sudah TK. Ketiga anak Abah ini juga semakin dewasa dalam berpikir. Overall masih tetap bagus seperti sebelumnya, tapi entah kenapa saya lebih suka buku pertamanya. Tapi tenang aja, buku ini tetap recommended kok! Nggak bakal nyesel bacanya.

Rating:

4_5

Postingan ini dibuat dalam rangka meramaikan 13 Days Reading Children & Young Adult Literatures

banner-13-days-cl-ya

 

 

Advertisements

One comment on “Keluarga Cemara #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: