Pay It Forward

Published April 22, 2015 by tikikabum

25318229

Pay It Forward

Penulis: Emma Grace

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-602-03-1501-0

Tebal: 256 halaman

 

Tedjas

Astaga, gadis itu sudah gila. Pasti!

Gue nggak pernah berminat untuk komentar di status orang di Facebook, apalagi ikut-ikutan dalam permainan apa pun. Tapi, gadis itu bilang apa tadi? Pay It Forward?

Cih, permainan apa itu?

 

Gitta

Aku nggak pernah mengira bisa membenci seorang pria, seperti aku membenci Tedjas. Sejak pertama bertemu, dia selalu bersikap menyebalkan. Seakan belum cukup, dia juga menghinaku habis-habisan di depan banyak orang. Semakin jauh jarak terbentang di antara kami, itu semakin baik!

Itu yang Tedjas dan Gitta pikirkan.

Tapi ketika rasa cinta menggedor semakin kuat, sanggupkah mereka berdua tetap berpura-pura bahwa kedekatan itu tak pernah nyata?

Anggita, atau biasa dipanggil Gitta, adalah putri tunggal Daniel Nathaniel. Mamanya meninggal saat melahirkan Gitta. Di rumah, Gitta tinggal hanya bertiga dengan Papa, dan Oma Hellen –nenek dari Papanya-. Sejak kecil Gitta tidak pernah tahu tentang keluarga Mamanya. Yang dia tahu hanyalah keluarga Mamanya tidak menyayanginya. Juga tidak menyayangi Mamanya.

Hidup Gitta terasa bahagia, ia memiliki Papa dan Oma yang baik, serta Kartika sahabatnya sejak SMA. Gitta sangat dekat dengan Papa. Tapi ada satu hal yang tidak disukai Gitta dari Papanya, Papa over protektif! Selain melarang Gitta dekat dengan cowok, Papanya juga selalu menjemputnya saat ia dan Kartika pergi jalan.

Yunike Setiabudi

There’s been so much horrible news recently. I’ve decided I’m participating in the Pay It Forward initiative. The first three people who give comment on the status with “I’m in” will receive a surprise from me at some point during this calendar year.

Anything from a book, ticket, something home-grown, homemade, a postcard… it could be anything!

There will no warning, and it will happen when the mood comes and I find something that I believe would suit you and make you happy.

These three people must make the same offer on their facebook status. Once the first three have commented, I will forward this to you to put on your status. Let’s do more nice and loving things this year without any reason other than make each other smile and show that we think of others.

Here’s to more enjoyable, friendly and love all year.

PS: this offer is valid for all my friends around the world

Status Yunike itu membuatnya tertegun. Pay it forward. Meneruskan kebaikan pada orang lain di sekitar kita. Entah kenapa, Gitta sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam permainan ini. Dan dari situlah ia harus kembali berurusan dengan Tedjas. Cowok yang sangat dibencinya sejak masa orientasi mahasiswa baru. Tedjas yang cuek, menyebalkan, dan tidak bertanggung jawab. Tedjas yang membuat Gitta dan teman sekelompoknya nyaris mengulang masa orientasi tahun berikutnya. Tedjas yang terkenal sebagai mahasiswa sering bolos yang terancam dikeluarkan. Tedjas yang baru saja berkelahi dan mematahkan tangan lawannya. Tedjas yang Gitta benci!

Tanpa disangka-sangka, Tedjas malah ikut memberikan komentar di status Gitta. Menyatakan ia berpartisipasi dalam permainan itu. Tapi bukan Tedjas namanya kalau tidak membuat Gitta dongkol. Setelah menuliskan “I’m ini” di kolom komentar status Gitta, Tedjas sama sekali nggak muncul! Beberapa message Gitta tidak pernah ia balas. Bahkan saat Gitta memberanikan diri bertanya padanya di kampus, Gitta tidak tahan untuk tidak marah-marah. Pokoknya Gitta benci banget sama Tedjas!

Tapi saat Gitta nekad pergi ke rumah Tedjas untuk menjelaskan baik-baik bahwa ia terpaksa ‘menendang’ Tedjas keluar dari permainan pay it forward-nya, Gitta jadi tahu rahasia besar Tedjas. Giita sadar bahwa selama ini dia salah menilai cowok itu. Dan entah bagaimana, sejak saat itu mereka berdua jadi semakin dekat…

Waktu pertama kali saya lihat tawaran buntelan buku ini di facebook BBI, saya kira ini novel terjemahan. Novel dari film Pay It Forward yang pernah saya tonton beberapa tahun yang lalu karena rekomendasi mas Yesung. Ternyata tebakan saya nggak terlalu meleset lah, karena judul buku ini memang terinspirasi dari film itu.

Sebenarnya saya agak kecewa sih, sedikit. Saya ngira buku ini bakalan kayak di film, yang seseorang melakukan kebaikan kemudian beberapa waktu kemudian kebaikan itu kembali ke dirinya sendiri. E tapi kalo kayak gitu ntar ceritanya sama kayak film-nya dong ya hehehe. Jadi meskipun buku ini judulnya Pay It Forward, tapi kebanyakan ceritanya adalah cerita Gitta-Papa dan Gitta-Tedjas. Terus, nggak nyambung dong, sama judulnya? Ah nggak juga, karena ‘scene’ tentang Gitta-Papa dan Gitta-Tedjas itu juga berperan penting dalam permainan Pay It Forward ini. Dari permainan ini Gitta jadi deket sama Tedjas, dan Gitta juga menemukan keluarga dari Mamanya yang selama ini selalu disembunyikan oleh Papa.

Ada beberapa bagian dalam buku ini yang menurut saya agak aneh. Entah memang ada kesalahan atau emang saya-nya aja yang nggak nyambung hahaha. Seperti di halaman 113, di mana Gitta akan nonton DVD bareng Papa. Di situ Papa bilang: “Katanya yang ini bagus. Diangkat dari novel best-seller Di kantor, semua temen Papa merekomendasi Papa buat nonton film ini. Sebentar lagi film resminya akan tayang di bioskop”. Nah loh, itu film resminya belum tayang, kok udah ada DVD nya?. Terus satu lagi yang menurut saya kurang sreg adalah facebook Tedjas yang katanya diretas. Tedjas bilang kan terakhir kali dia buka facebook itu hampir tiga tahun yang lalu, jadi nggak mungkin yang meretas adalah temannya Tedjas –dan kayaknya dia nggak punya temen deh- atau orang iseng yang nemu akun facebook belum di logout di warnet. Dan aneh aja gitu, ada facebook yang udah nggak dibuka selama tiga tahun tiba-tiba diretas. Apalagi Tedjas bukan selebriti dan bukan online shop yang biasa jadi target untuk diretas. Terus diretas hanya satu kali dan hanya menuliskan “I’m in”

Yah itulah, ada beberapa yang nggak saya suka dari buku ini. Dan yang saya suka dari buku ini adalah banyak kalimat-kalimat yang keren banget! Contohnya kata-kata Tedjas saat dia menyarankan Gitta untuk pergi ke rumah orang tua Mamanya. Gitta menolak dengan alasan kecepetan, dan nggak siap. Tapi Tedjas bilang “Besok jug ague rasa buat lo kecepetan. Sekalian aja minggu depan, Git. Atau malah tahun depannya. Kalo lo nggak ke sana sekarang, lo nggak bakal ke sana sama sekali” Kalimat itu jleb banget rasanya. Dan saya mengakui kalo kata-kata Tedjas itu bener banget banget banget. Kalo nunggu kita siap, kita nggak bakal maju-maju! Terus yang menarik menurut saya juga pas Gitta mencari hadiah buat dua orang target Pay It Forward nya –dua ya, Tedjas nggak termasuk karena menurut saya cheesy banget Gitta ngasi hatinya sendiri. Yah meskipun Tedjas suka sih, wkwkw-. Juga hadiah dari Yunike yang bikin Gitta baikan sama Papanya. Dan surat Gitta buat Papa yang sukses bikin mata saya berkaca-kaca.

Dan satu lagi, saya suka banget sama karakter Kartika. Dia tipe sahabat yang oke banget!!!Hahaha. Kalo ditanya siapa tokoh favorit di buku ini, absolutely saya bakal jawab Kartika!

Rating dari saya:

3

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: