Rendezvous

Published May 25, 2015 by tikikabum

Rendezvous

Penulis: Herika Angie

Penerbit: Kosa

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2015

ISBN: 978-602-71220-1-7

Tebal: 238 halaman

 

Bumi berhasil dan sukses sebagai penyanyi terkenal. Ia kaya dan bisa mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Namun di hatinya yang terdalam, ia merasa belum puas karena ia tidak bisa melupakan masa lalunya.

Sembilan tahun yang lalu Bumi hanyalah anak tukang susu miskin yang berhasil masuk ke sekolah bergengsi dengan beasiswa. Ia hanyalah orang biasa yang sederhana. Ia tidak punya mimpi untuk menjadi terkenal sama sekali. Tapi demi seorang Senja, Bumi mulai mengharapkan sesuatu yang lebih.

Lalu Senja pergi tanpa pamit, tanpa penjelasan. Hati Bumi berubah dingin. Ia bertekad menjadi kaya dan membuat Senja memohon untuk kembali padanya.

Bumi jatuh cinta pada pandangan pertama. Kepada Senja, cewek pertama yang mengajaknya bicara di sekolah barunya. Senja dan kedua temannya, Ben dan Made, segera menjadi akrab dengan Bumi. Apalagi ketika tiga sahabat itu tahu bahwa Bumi memiliki bakat menyanyi, sangat pas dengan mereka bertiga yang memiliki sebuah band tanpa vokalis yang mumpuni.

Senja, Ben, dan Made tidak peduli meski murid lain mengolok mereka yang berteman dengan anak tukang susu. Bagi mereka bertiga, tukang susu bukanlah pekerjaan buruk yang memalukan. Bumi sangat bersyukur memiliki teman sebaik mereka. Seiring dengan persahabatan mereka, rasa sukanya pada Senja juga kian tumbuh. Tapi ternyata perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Senja juga menyukai Bumi!

Kedua sejoli itu menjalin hubungan yang terasa menyenangkan bagi keduanya. Bahkan kedua orang tua Bumi pun menyukai Senja yang menurut mereka sangat baik dan bisa membuat Bumi lebih ceria. Tapi kebahagiaan Bumi sirna saat beberapa hari setelah Malam Prom, Senja pergi ke Australia. Tanpa pamit! Hati Bumi hancur. Dan sejak saat itu, Bumi tak lagi sama

Sembilan tahun kemudian, Bumi menjadi penyanyi sekaligus pencipta lagu yang sukses, dengan Ben sebagai Produsernya. Tapi tetap saja ia tidak bisa melupakan Senja, meski kini sudah tidak terhitung lagi banyaknya gadis lain yang pernah menjalin hubungan dengannya setelah kepergian Senja. Bumi berubah semakin dingin saat Ibu tercintanya tiada.

Dunia Bumi jungkir balik saat ia mengisi acara amal untuk sebuah Panti Asuhan yang tanpa disangka-sangka ternyata dimiliki Senja. Ya, Senja yang itu. Senja yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Senja yang membuatnya bermimpi untuk memperkenalkan musiknya ke dunia luar. Senja yang sembilan tahun lalu meninggalkannya tanpa pamit.

Yang diinginkan Bumi dari Senja saat itu adalah sebuah alasan. Tapi Senja tak kunjung memberikannya. Lalu Bumi mengharapkan yang lebih mudah, yaitu permintaan maaf. Tapi itupun tak terucap dari mulut Senja. Bumi ingin sekali membenci Senja. Tapi rasa cintanya terlalu lama, dan rasa rindunya terlampau besar.

Dengan segala usahanya, Bumi berusa kembali mendapatkan cinta Senja. Meskipun saat itu ada seorang lelaki di samping Senja…

**

Pertama liat cover buku ini, yang pertama terpikir di kepala saya adalah cover buku Sweetly-nya Jackson Pearce, karena warna dan pohon-pohonya mirip. Dan yang kedua, siluet Bumi ini kok malah keliatan kayak Tentara pake celana cargo ya? Wkwkwk

Ini buku pertama yang saya baca dari penerbit Kosa. Biasanya saya males beli buku dari penerbit yang baru saya denger namanya. Tapi ini dapetnya sebagai buntelan sih, jadi ya suka suka aja hehehe. Dan ternyata bagus juga kok. Bisa jadi pertimbangan untuk beli buku dari penerbit ini lain kali.

Kalo dari segi cerita udah oke sih menurut saya, meskipun saya kecewa bange nget nget sama alasan Senja pergi. Kenapa kecewa? Karena gampang ketebak. Kenapa Senja pergi? Pasti kalian bisa menebak alasannya.

Jujur saya nggak ngerti sama pemikiran Senja yang pergi tanpa pamit. Seenggaknya meski punya alasan kuat dan nggak pengen ngasi tau ke Bumi dan temen-temennya yang lain, dia kan bisa mutusin Bumi dulu. Atau sekalian cerita jujur masalahnya sama Bumi dan nyuruh Bumi ngambil keputusan dia mau ngelanjutin hubungan ini atau nggak. Kalo menurut saya ya, kepergian Senja tanpa pamit ini bukan demi kepentingan Bumi biar Bumi nggak sedih atau apa, tapi demi kepentingan Senja supaya Bumi penasaran dan tetap menunggu Senja.

Dan oh, saya ada protes buat penulisnya. Nonton Kera Sakti apanya yang aneh, Kak? Wkwkwk *merasa tersindir*. Dan tentang seragamnya sekolahnya Bumi, kok rasanya nggak matching banget ya rompinya hijau celananya kotak-kotak merah? Hehehe

Saya menemukan beberapa kesalahan penulisan di sini. Yaitu di halaman 28, tertulis ‘sesuatum’, di halaman 66 ada kalimat Tio yang tidak ditutup dengan tanda ‘ “ ‘, dan yang terakhir di halaman 201 tertulis ‘meningglkan’.

Ada juga bagian yang membuat saya bingung. Di halaman 170-an diceritakan Bumi, Made, dan Ben pergi ke rumah Senja. Padahal di halaman 56 dijelaskan bahwa rumah Senja sudah dijual karena seluruh keluarga pindah ke Australia. Terus masih di halaman 170-an juga, ketiga cowok itu diceritakan makan malam bareng keluarga Senja sambil ngobrol dengan akrab. Padahal sebelumnya Made pernah diusir sama orang tua Senja saat di Australia.

Ah satu lagi, di halaman 114 tertulis bahwa Senja nggak bisa membedakan merica dan lada. Yang pengen saya tanyakan, memangnya lada dan merica itu beda ya? Bukannya sama? Aduh kalo emang beda berarti saya sama nggak becus masak kayak Senja dong hiks

Ya overall sih saya lumayan suka sama bukunya. Nggak bikin bosen meski berkali-kali bikin emosi gara-gara Bumi-Senja ini. Yang paling suka di sini adalah cerita tentang Bumi dan Ayahnya. Sukaaaaa banget sama karakter Ayahnya Bumi ><

Makasih BBI, Kak Herika Angie, dan Penerbit Kosa yang sudah member saya kesempatan untuk dapet buku ini ^^

Rating dari saya:

3_5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: