Fangirl

Published September 8, 2016 by tikikabum

fangirl-cover

Fangirl

Penulis: Rainbow Rowell

Penerbit: Spring

ISBN: 978-602-71505-0-8

Tebal: 456 halaman

Cath dan Wren -saudari kembarnya- adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. namun, Cath bukan sekedar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wrentidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin jadi teman sekamarnya!

Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menhadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga professor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir jaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis Ayahnya yang labil.

Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua itu?

Cath kesepian. Setelah masuk Universitas yang jauh dari rumahnya dan tinggal di asrama, Cath sama sekali tidak punya teman. Wren yang sejak dalam perut Ibunya selalu bersamanya sekarang lebih senang berkumpul dan berpesta dengan teman-teman barunya. Bahkan Cath berpikir Wren merasa terganggu setiap Cath meneleponnya atau mengajaknya pulang menjenguk Ayahnya. Bukan hanya semakin jauh dari Cath dan Ayahnya, Wren juga menjauh dari Simon Snow! Idola sepanjang jaman mereka berdua. Wren sudah tidak mau menulis fanfiksi bersama Cath, ia juga menganggap semua hal yang berhubungan dengan Simon Snow itu konyol.

Wren bukan satu-satunya yang membuat Cath stres. Reagan, teman sekamarnya yang terlihat menakutkan juga menambah masalah dengan selalu membawa pacarnya –meskipun mereka berdua membantah bahwa mereka memiliki hubungan asmara-, Levi ke kamar. Jika Levi adalah orang yang cuek dan tidak banyak bicara seperti Reagan, rasanya menurut Cath itu lebih baik. Masalahnya, Levi selalu mengajak Cath berbicara dan selalu tersenyum padanya seolah mereka saling mengenal baik.

Ditambah lagi, Cath sangat mengkhawatirkan Ayahnya yang kini tinggal sendirian. Kondisi psikis Ayahnya kurang baik sejak Ibunya meninggalkan mereka saat Cath masih kecil.

Yang membuat Cath sedikit lebih senang di sana adalah Profesor Piper yang selalu memuji tulisannya dalam mata kuliah Penulisan Fiksi, dan Nick partner menulis fiksinya yang menurutnya sangat keren. Hanya pada mereka lah Cath banyak berbicara, atau lebih tepatnya berdiskusi. Dan tanpa bisa dihindari, Cath mulai tertarik pada Nick.

Di saat Cath mulai merasa menyukai kehidupan kuliahnya –terutama Penulisan Fiksi-, tiba-tiba ia dikejutkan oleh nilai yang diberikan Profesor Piper pada tugasnya. Profesor Piper menganggap tulisan fanfiksi -yang ia serahkan sebagai tugas- adalah plagiat! Mati-matian Cath mengatakan bahwa jalan cerita yang ia tulis adalah murni idenya, ia hanya meminjam tokoh-tokoh Simon Snow. Profesor Piper tahu betul Cath berkata jujur, tapi tetap saja, menurutnya fanfiksi adalah plagiat. Ditambah lagi, Kelly –Bos Ayahnya- meneleponnya memberi tahu bahwa Ayahnya masuk rumah sakit. Dan masalah tidak hanya berhenti sampai di situ. Seolah ingin memperparah keadaan, hati Cath sedikit demi sedikit mulai tertarik pada seseorang yang tidak pernah Cath bayangkan sebelumnya, Levi!

Saya sukaaaaaaa sekali sama buku ini! Sebelum buku ini diterjemahkan Spring, saya sudah penasaran banget sama buku ini. Dan Alhamdulillah Spring memuluskan jalan saya untuk membaca buku ini. Karena, ya, taulah ya, harga buku impor kan mahhall. Hehehe

Tapi dari beberapa review yang saya baca, banyak yang bilang: Fangirl emang bagus, tapi Eleanor & Park lebih bagus lagi. Jadilah saya nggak jadi-jadi beli Fangirl, saya berpikir buat nyari E&P dulu. Ternyata E&P sudah lebih dulu diterjemahkan sama Phoenix. Tapi sayangnya, saya kecewa sama E&P, dan saya hanya baca beberapa bab aja. Setelah beberapa lama, saya mutusin baca Fangirl. Dan ternyata… jeng jeng jeng saya jatuh cintaaaaaaa. Sama siapa lagi kalo bukan Levi? Hohoho

Mungkin saya suka buku ini karena “I can relate” kali ya. Saya juga seorang fan yang hobinya nulis fanfiksi –meskipun yang baca hanya satu dua orang wkwk- dan saya suka koleksi barang-barang yang berhubungan sama idola saya, baik itu Harry Potter atau SJ.

Saya suka penulisan Rainbow Rowel –yang entah kenapa menurut saya beda banget sama tulisannya di E&P. Mungkin karena beda penerjemah juga kali ya-. Saya suka penggambarannya tentang seseorang yang menurut saya agak kocak. Contohnya beliau menggambarkan Levi sebagai cowok yang memiliki wajah paling tersenyum yang pernah dilihat Cath. Dan penggambarannya tentang Reagan dan Levi yang menurut Cath ‘lebih terasa sebagai sponsor daripada sebagai teman’.

Selain itu ada beberapa bagian yang saya suka, contohnya:

Cath tidak pernah membaca Simon/Baz milik orang lain lagi –ia tidak ingin secara tidak sadar meniru penulis lain atau mencuri ide seseorang- (hal 135)

Mencintai Simon bukanlah sesuatu yang dilakukan sendirian oleh seseorang atau sekali dalam setahun pada suatu acara—bagi ribuan penggemar dari segala usia, mencintai Simon Snow merupakan suatu gaya hidup (hal 150)

“Bagaimana bisa kau tidak menyukai internet? Itu seperti bilang, ‘Aku tidak suka hal-hal yang menyenangkan. Dan mudah. Aku tidak suka punya akses ke semua penemuanumat manusia yang terekam di ujung jariku. Aku tidak suka cahaya. Dan pengetahuan’.” (hal 155)

Cath melangkah menjauh dari kasir, mencoba untuk menyingkir, memeluk bukunya dengan kedua tangan. Ada gambar Simon di bagian depannya, memegang pedang Mage di bawah langit penuh bintang.

“Kau baik-baik saja?” Cath mendengar seseorang –Levi?- bertanya. “Hei, kau menangis?”

Cath menyusurkan jari-jarinya di atas sampulnya, di atas tulisan emas yang timbul. Lalu seseorang berlari menubruknya, mendorong buku itu ke dada Cath. Menyorongkan dua buku ke dadanya. Cath mendongak tepat ketika Wren melemparkan lenganyya memeluk Cath.

“Mereka berdua menangis”. Cath mendengar Reagan berkata. (hal 446)

Banyak tentang Cath yang mengingatkan saya sama diri saya sendiri. Alasan kenapa dia nggak mau baca fanfiksi orang lain, cara pandangnya tentang idola dan fandom, dan tentu saja tentang perasaannya waktu memegang buku terakhir Simon Snow. Saya inget banget saya merasa hampa banget setelah buku terakhir Harry Potter terbit. Karena nggak bakal ada buku yang saya tunggu-tunggu lagi. Nggak ada buku yang bikin saya excited nunggu buku itu terbit –dan diterjemahkan-.

Dari awal saya suka banget sama Levi. Aaaaaaak Levi tangkaplah hatiku!!!/loh?. Tapi puncaknya *cie puncaknya*, dimana saya bener-bener jatuh cinta sama dia adalah waktu Cath buru-buru mengejar Levi untuk minta maaf, dan tanpa sadar dia lupa bawa kunci kamar –yang artinya mereka berdua nggak bisa masuk kamar kecuali Reagan dateng bawa kunci-

Mereka berhenti di pintu, dan tiba-tiba Cath mengangkat pergelangan tangannya ke pelipisnya. “Sial.”

Ia mengangkat tangannya di atas kepala. “Sial, sial, sial. Kita terkunci di luar. Aku tidak bawa kunciku.”

“Aku punya.” Levi menyeringai dan mengeluarkan kuncinya.

Mulut Cath ternganga. “Kau punya kunci ke kamar kami?”

“Reagan memberiku cadangannya, untuk keadaan darurat”. Levi membuka kunci pintu dan menahannya tetap terbuka untuk Cath.

“Lalu kenapa kau selalu duduk di lorong?”

“Itu bukan keadaan darurat.” (hal 179)

Aih Leviiiiii kamu unyu syekaliii *kecup*

Buku ini recommended banget! Apalagi untuk para fangirl. Kalian pasti bakal melihat diri kalian sendiri di buku ini, huhuhu…

Rating dari saya:

4_5

PS: Sebenernya saya udah niat ngasi buku ini 5 bintang, tapi saya kurang suka sama cerita tentang kisahnya Cath sama Levi saat mereka pacaran (baca: bermesraan) *cemburu ni ye, wakakak*

Advertisements

One comment on “Fangirl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: